Sabtu, 12 November 2016

Mitos Gunung Ungaran

Gunung Ungaran adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia tepatnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan ketinggian 2.050 meter, gunung ini adalah gunung tinggi pertama yang dilihat pengendara dari Semarang ke arah selatan, di sisi kanan (barat). Menurut catatan-catatan sejarah, nama-nama lain gunung ini adalah Karundungan (prasasti Kuti), Karurungan/Karungrangan (Tantu Panggelaran), Karungrungan (Perjalanan Bujangga Manik, Serat Aji Saka, Serat Kanda), Kroenroengan (Domis, 1825), dan Ngroengroengan (Bleeker 1850, Friederich 1870)[2].
Di kaki gunung ini terletak kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang.
Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi tipe strato. Gunung ini memiliki tiga puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertinggi adalah Ungaran.
Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.
Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.
Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Meski begitu, menurut warga Medini yang ikut mengevakuasi rombongan yang didominasi wanita itu, meyakini insiden tersesatnya siswa-siswi tersebut tak lepas dari aura mistis yang ada di Bukit Gentong.
(“Mereka itu berangkat bukan dari pos Mawar atau Medini. Mereka ambil jalur tengah dari Desa Kalisidi. Mereka justru memasuki jalur ke Bukit Gentong, di sana memang terkenal angker dan suka nylimurke atau membuat bingung para pendaki,” kata Wijayanto, salah satu anggota tim pencari yang dibentuk oleh warga. Benar saja, lanjut Wijayanto, jika pemandu tidak begitu menguasai medan, rombongan pasti akan tersesat dan tidak tahu arah. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh dua jam perjalanan justru hanya berputar-putar selama delapan jam. “Untung bisa ditemukan, soalnya mereka tidak membawa perbekalan dan alat perkemahan,” imbuh dia. Hal senada juga diungkapkan, warga lain, Bahri. Menurutnya keangkeran Bukit Gentong memang sudah dikenal oleh para pendaki yang akan menaklukkan Gunung Ungaran.“Sangat wingit. Gosipnya anak Unnes (Yas) kemarin yang meninggal namun tubuhnya digerakan makhluk lain juga kerasukannya di sekitar Bukit Gentong,” tandasnya.)

Sumber : http://ceritamisteri.net/mitos-gunung-ungaran-semarang-jawa-tengah.html





0 komentar:

Posting Komentar